How Does It Feel When You…?

Maybe, you just wonder about that tittle..

So am I… I am assure you..

Hahaha.. Just kidding!!

Of course, I know what I am writing about..

O.K.

Based on the tittle above “How does it feel when you…?”, I just wanna know about your feeling by filling out these questions..

I am sure,  it’s gonna be easy to answer it..

:) :)

Here are the questions:

Taaaadddaaaaaa

1. How does it feel when you get present from someone special in your special day?

2. How does it feel when you meet the person that you don’t really like?

3. How does it feel when you make the same mistake in the same place?

4. How does it feel when you must sacrifice something that important for you?

5. How does it feel when you fall in love with someone?

 

Sorry, if the grammar that I use is not good at all..

I just try to write in English..

:) :)

As I say that,

the questions are not difficult, are they?

Now, your turn to answer it…

Good Luck…

:) :)

 

Assignment From Ning ‘Little’ Syafitri

Setelah sekian lama vacum dari dunia blog, karena benar-benar gak ada kesempatan buat posting.

Akhirnya, kesempatan emas buat nulis datang juga. Postingan aku kali ini berkaitan dengan PR dari Ning ‘ Little’ Syafitri.

Sebenarnya PR ini udah lama banget diberikan oleh Ibu Nining Syafitri. Sayangnya kesempatan buat kerjainnya yang gak ada. Jadi, sekarang baru bisa di kerjain.

Maaf ya, Bu Nining.

Jangan dikurangi nilainya ya, Bu.

Hehehehehe..

Sekali-sekali dipanggil ‘IBU’, gak apa-apa kan ning..

Don’t be angry. Damai itu indah, loh… Peace!!!

:) :)

O.K.

Kembali ke PR…

Pertanyaannya lumayan sulit, loh.. hehe

O.K. Here we go…

 

1. Tolong berikan Nining beberapa kritikan, bukan pujian.

Mmmmmm… Kritikan buat Nining, ya? Apa ya? Ada sih, tapi gak banyak.

- Harus lebih disiplin dalam mengatur waktu, supaya gak telat trus klo ke kampus. O.K.

- Harus lebih tegas dalam memutuskan sesuatu.

- Sesekali berkatalah ‘tidak’, jangan cuman bisa meng ‘iya’ kan permintaan orang lain.

Aku pikir sejauh ini, baru itu aja yang bisa aku kritik…

 

2. Butuh berapa jam untuk ngeblog tiap harinya?

Tergantung dari apa yang mau ditulis. Klo yang ditulis banyak, mungkin bakal menghabiskan 2 jam bahkan lebih.

 

3. Mana yang lebih enak. Gaji besar, tapi pekerjaannya gak sreg di hati. Atau gaji seadanya, tapi pekerjaan sreg di hati. Mengapa?

Klo aku sih lebih milih ‘Gaji seadanya, tapi perkerjaannya sreg di hati’. Mengapa? Karena ketika kita mengerjakan sesuatu yang gak sesuai dengan kemauan hati, maka hasilnya gak akan maksimal. Sebaliknya, jika pekerjaan yang kita lakukan sesuai dengan kehendak hati, maka selain menghasilkan hasil yang maksimal juga akan mengahsilkan kepuasan tersendiri. Walaupun gaji yang diperolah seadanya, tapi kita akan merasa cukup dan puas dengan semua itu.

 

4. ‘Kesuksesan’ menurut blogger itu seperti apa?

Menurut aku, ‘Kesuksesan’ adalah salah satu kebutuhan hidup. Kenapa? Padahal kan kebanyakan orang menempatkan ‘Kesuksesan’ sebagai tujuan hidupnya. Aku punya alasan tersendiri tentunya. Terkadang orang akan lupa dengan tujuan hidupnya sendiri ketika dia mengalami atau mengahadapi suatu masalah. Berbeda dengan kebutuhan, ketika aku berpikir bahwa kesuksesan adalah kebutuhan maka yang terlintas dalam pikiranku adalah sesuatu yang sangat penting. Aku terus memikirkan hal itu setiap saat dan dikondisi apapun. Dan pastinya akan selalu ada usaha untuk meraihnya, sekecil apapun usaha itu.

Itu sih menurut aku. Yang lain? Gak tau deh…

 

5. Di postingan mana yang agak kurang disuka untuk dibaca diblog ini (atau yang sering ke WP Nining, ya di blog WP aja)? Sertakan alasannya yaaa…

Waahhhh… Klo masalah itu aku gak tau. Masalahnya, aku suka semua sama postingannya Nining…

 

6. Minta nasehatnya nih tentang Nining yang sering DOWN karena keTIDAKPEDEan diri dalam menjalankan suatu amanah dari orang yang mempercayakan Nining untuk menjalankan amanah itu.

Agak rumit ni masalahnya. Aku cuman bisa menyarankan untuk Positive Thinking aja. Harus yakin pada diri sendiri, yakin pada kemampuan dan talenta yang Ning miliki. Jangan mematikan semangat diri dengan mengatakan tidak PEDE.

Karena aku bukan ahli dalam memberi saran, jadi mohon maaf klo saran yang aku berikan kurang berkenan di hati anda.

:) :)

 

7. Pikiran akan mempengaruhi kenyataan yang akan terjadi. Betul?

Iya juga sih, terkadang memang seperti itu. Karena secara gak langsung kita yang membuat apa yang kita pikirkan menjadi benar-benar terjadi.

 

8. Pertama kali kenal blog Nining dari mana?

Pertama kali kenal blog Nining ketika ngelihat Nining lagi buka Blog di rumahnya Nining.

 

9. Kalau secara sepintas, Nining itu bagaimana sih orangnya? 1 kata saja.

Cantik

 

10. Tolong tuliskan a motivational quote! Bisa Indo ataupun English.

“Believe in yourself! Have faith in your abilities! Without a humble but reasonable confidence in your own powers you cannot be successful or happy”.

“Norman Vincent Peale”

 

Alhamdulillah…

Finally, PR dari Ibu Nining Syafitri selesai juga..

Butuh perjuangan yang cukup panjang juga…. Huft..

Semoga aja nilainya memuaskan…

:) :)

Journey To Keramat

Pada postingan kali ini, aku akan bercerita tentang salah satu tempat budaya di desaku, Lawele.

Tempat yang akan dikunjungi kali ini adalah tempat sakral yang disebut keramat. Hampir seluruh warga di desa ku berpartisipasi untuk mengunjungi tempat ini, karena acara ini hanya diadakan sekali dalam 2 tahun.

Jadi tidak perlu diherankan lagi, kalau banyak orang yang antusias untuk mengunjungi tempat ini.

Perjalanan yang kami tempuh sangat jauh,..

Karena kami harus menyusuri hutan dan menanjaki bukit-bukit yang bisa di bilang cukup tinggi dan menguras tenaga.

Yah…

Seperti gambar diatas inilah jalan yang harus kami tempuh…

Tapi kami semua tetap saja merasa senang. Awalnya, kami jalannya bersama-sama tapi setelah di tengah perjalanan mulailah membentuk kelompok masing-masing. Tapi tetap saja satu jalur….

Setelah beberapa jam, kami pun sampai disana. Dan kelompok aku adalah kelompok ke 2 dari urutan terakhir yang sampai disana…

hahahaha…

Payah bangetkan….

Di maklumi saja ya, karena pertama kalinya aku berjalan sejauh itu….

Begitu sampai disana, aku pun mencari tempat yang rindang untuk berteduh dan istrahat… Sejuknya udara yang menyapa kami, membuat rasa lelah hilang seketika….

Ketika kami sedang beristrahat, para tokoh masyarakat sibuk mengadakan persiapan untuk memulai acara di tempat itu…

Selagi yang lain sibuk mempersiapkan perlengkapan, ada beberapa orang yang di tugaskan untuk memainkan alat musik tradisional…

Waaahhhhh…. Seperti apa ya, alat musik tradisionalnya???

Penasaran ya?? Supaya gak penasaran, lihat gambar di bawah ini ya…

Nah.. Itulah alatnya, Bambu dan Gendang….

Masih tradisional kan!!!

Dan suara yang dihasilkan juga sangat bagus…

Selain alat musik tradisional, di tempat itu juga terdapat sebuah bendera merah putih (bendera perjuangan) dan sebuah makam pahlawan…


Itulah foto makam dan bendera yang aku maksud…

Tapi jangan salah pengertian loh, kami kesana hanya untuk berziarah saja…

Dan sudah merupakan adat dan kebudayaan di desaku…

Tidak ada maksud lain dibalik semua itu…

:) :) :)

Kegiatan ini dilakukan setiap 2 tahun sekali, sebelum diselenggarakannya Pesta Panen…

Dan dijamin seru banget….

Okelah  pastinya…

Mmmmmmmm… Aku rasa cukup sampai disini saja ya, postingan kali ini…

My Little Village

Yah, sesuai dengan judulnya postingan kali ini tentang  My Little Village called Lawele…

Desa yang terletak di Kecamatan Lasalimu, Kab. Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara ini. Bisa dikatakan masih cukup terpencil.

Mengapa aku berkata demikian, padahal kan Lawele adalah desaku.

Harusnya kan aku tidak boleh berkata demikian…

Ya… Karena begitulah faktanya…

Bayangkan saja jarak yang mesti ditempuh untuk pergi ke desa ini sekitar 72 Km dari kota Baubau. Bisa dikatakan kurang lebih 3 jam perjalanan.

Jauh banget kan….

Mmmmm

Ditambah lagi dengan tidak adanya penerangan (PLN) di desaku. Jadi, sebagian masyarakat menggunakan generator untuk menerangi rumah masing-masing, dan sebagiannya lagi hanya memakai lampu pelita sebagai penerangan (lampu dengan bahan bakar minyak tanah). Akan tetapi bahan bakar yang digunakan untuk generator cukup mahal, sehingga hanya akan dihidupkan jika hari sudah gelap dan di matikan menjelang tengah malam.

Selain itu, di desa ini tidak tersedia sinyal untuk berkomunikasi lewat HP dan sejenisnya…

Hal-hal ini yang membuat desa ini gagap akan perkembangan teknologi, atau bisa disebut juga GAPTEK….

Meskipun demikian, Lawele memiliki keadaan alam yang masih sangat alami.

Hal ini yang membuat banyak wisatawan asing yang berkunjung ke desa ku, hanya untuk menikmati keindahan alam yang masih benar-benar alami.

Mayoritas penduduk di desa ini berprofesi sebagai petani. Ada pula yang berprofesi sebagai pedagang, tapi hanya beberapa orang saja. Serta banyak dari masyarakat desa ini yang berprofesi sebagai guru. Dengan pekerjaan itulah mereka menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak mereka. Sehingga tidak sedikit generasi muda dari desa ini telah memperoleh gelar sarjana, dan menjalani kehidupan yang lebih baik dari sebelumnnya..

Walaupun penuh dengan kerterbatasan baik dari segi penerangan maupun teknologi, tetapi masyarakat di desa ini tetap berusaha untuk mengubah hidup menjadi lebih baik….

Itulah desaku, desa Lawele…

Desa yang kecil dan terpencil, tetapi memiliki semangat yang tinggi dan berusaha mengejar ketertinggalan…

:) :)

 

 

 

 

 

Kenangan Masa Lalu

Kali ini aku postingnya tentang foto-foto masa lalu..

Yah… Foto ketika aku masih kecil,..

Dimana wajah aku masih kelihatan sangat lugu..

hehehe

Sebenarnya, aku tidak berniat untuk posting ini. Tapi karena aku yang tidak sengaja melihat adanya giveaway di blog “Sang Cerpenis Bercerita” yang berisi tentang “Posting Foto Masa Kecil Berhadiah”, jadi aku ikutan aja. Walaupun tidak menang nantinya, buat aku itu tidak masalah..

Karena aku hanya ingin berpartisipasi dan ini adalah yang pertama kalinya..

:) :)

oke…

Foto selanjutnya adalah…

Taaadddddddaaaaaaaaaaaaa……

Wah.. Semuanya tidak memakai baju,.. hehehe

Jadi malu aku… Ckckckckck

Foto ini diambil waktu aku lagi mandi,..

Tapi aku tidak tahu waktu itu aku berumur berapa tahun.. Yang jelas fotonya lucunya kan?? Ya iyalah..

hehehe.. PEDE banget loe, Jel…

:)

Next photo is..

 

Waduh… Parah ni, masa foto aku semuanya kebanyakan botak sih…

Aaaaaahhhhhhhhhh….. Jadi ketahuan deh klo dulunya aku tidak punya rambut…

Hehehehe..

Tapi jangan salah loh, aku tidak punya rambut bukan karena rambutnya tidak tumbuh. Tapi karena aku baru habis potong rambut.

Gak percaya?? Aku punya bukti kok!!!

Ini buktinya>>>

 

 

Sekarang percaya kan?? hehehe

Harus percaya donk!!!!

:) :)

Sebelum rambut aku dipotong, sebenarnya aku mengenakan topi.. Bukan topi biasa loh, yang jelas topinya adalah topi tradisional…

Masalahnya adalah aku tidak tahu nama pakaian tradisionalnya apa.. Ini karena kurangnya pengetahuan..

Waduhhgg, gawat klo generasi muda kayak gini..

 

 

Nahh.. Itu lah baju tradisionalnya..

Yang aku tahu hanya baju tradisional, dan dipakai hanya untuk acara-acara tertentu..

 

 

Foto ini diambil sewaktu aku berada di Surabaya, tepatnya di kebun binatang. Aku sedang menunggangi kuda..

Udah seperti penunggang kuda profesional, kan? Wkwkwkwkwk

Dan ini adalah foto yang terakhir…

 

 

Di foto itu terlihat akusedang memegang ganggang telepon, sebenarnya aku sedang tidak menerima telepon. Hanya saja aku sedang iseng ingin memegangnya. Waktu itu aku sedang berada di kota Luwuk.

Cukup lama aku tinggal disana,..

Yah, sekitar beberapa tahun,,

Oke.. Sekian dulu ya..

Walaupun tidak banyak informasi yang dapat aku sampaikan.. Aku harap pembaca dapat menikmati posting ini…

:) :) :) ;) ;)

 

 

 

 

 

 

 

After Class On Saturday

Pada hari sabtu kali ini, aku dan teman-teman berencana untuk mengunjungi Gua Lakasa. Tetapi karena ada kejadian yang tidak terduga..

Motor salah satu teman aku jatuh, begitu menaiki tanjakan.. Keadaan jalan yang sangat buruk membuat teman aku susah untuk mengendalikan motornya. Jadi dia pun terjatuh…

Accident itu membuat kami kaget,..

Sehingga kami memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan ke Gua Lakasa.

Sedih sih.. :(

Karena tidak jadi ke Gua Lakasa, tetapi kami juga tidak bisa meneruskan perjalanan dengan kondisi seperti itu..

Lalu kami pun mengubah destiny kami.. Sesuai dengan suara terbanyak yang mengusulkan Air Terjun Tirta Rimba.

Jadi kami pun merubah haluan dan bergerak menuju ke Tirta Rimba Waterfall…

Tirta Rimba Waterfall adalah salah satu tempat menarik untuk di kunjungi. Banyak orang Baubau yang mengunjungi tempat ini untuk rekreasi.

 

Tempatnya sangat indah loh, walaupun sedikit tidak terurus sih…

Udara di tempat ini sangatlah sejuk, dan membawa kesegaran yang alami..

Akan tetapi,..

Masih banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan ditempat..

Aku dan teman-teman sangat prihatin melihatnya…

:(

Kurang sadarnya para pengunjung ini terhadap kebersihan lingkungan membuat tempat yang seharusnya alami menjadi tercemar…

Padahal akan sangat disayangkan apabila sesuatu yang indah berubah menjadi buruk, dan itu karena tindakan masyarakat kita sendiri..

Jadi diharapkan kesadaran masyarakat Baubau, untuk lebih menjaga kelestarian lingkungan..

Karena dengan begitu kealamian dan keindahan tempat ini bisa terjaga,,,

:)

Aku rasa postingan kali ini cukup sampai disini..

bye..

 

Kumpul-kumpul Sebelum Liburan Tiba

Hari Rabu yang lalu, tepatnya pada tanggal 20 Juli 2011. Aku dan teman-teman kelas B yang lainnya mengadakan acara kumpul-kumpul di Pantai Kamali.

jellyrose.wordpress.com

Walaupun tidak semua anak kelas B datang, tapi acaranya seru juga kok.

Awalnya, aku sendiri tidak tahu kalo bakal diadakan acara ini. Sehari sebelumnya..

Eh… Tiba-tiba ada sms masuk ke HP aku. Dan sms itu dari Nining, sms yang berisikan pemberitahuan tentang acara kumpul-kumpul itu..

Nah, keesokan harinya aku pun berangkat menuju Pantai Kamali,..

Tapi setibanya disana, ternyata baru beberapa orang saja yang datang. Jadi kita putuskan untuk menunggu teman-teman lainnya datang…

Hari sudah semakin sore tapi masih sedikit juga yang datang,.. Sepertinya teman-teman yang lain tidak bisa hadir.

Yah, mau diapain lagi..

Supaya tidak bosan, kita pun mengadakan foto-foto bareng…

Rasanya asyik banget bisa ngumpul bareng sama teman-teman.

Pengennya bisa ngumpul kayak gini tiap hari. Tapi rasanya tidak bisa karena sekarang ujian semester 4 telah selesai. Dan sekarang waktunya liburan. Liburan yang sangat panjang…

Mmmmmm…

Sampai ketemu 3 bulan kedepan ya teman-teman…

I will miss u all..

:)

Akhir Dari Cinta Sepihak

Siang itu seperti biasanya, aku selalu melihatnya duduk di bawah pohon dekat perpustakaan. Dia selalu membaca buku disana, sambil sesekali melihat kesekelilingan hanya untuk mengecek apakah kelasnya sudah masuk. Aku yang selalu melihatnya secara diam-diam. Dan aku pun menyukainya secara diam-diam. Awalnya aku hanya sekedar mengagguminya, tapi perasaan itu semakin lama semakin kuat. Kemudian perasaan itu berubah menjadi cinta. Aku sadar ini hanyalah cinta sepihak, aku sangat menyadarinya. Tapi aku tetap tidak bisa untuk tidak mencintainnya. Walaupun dia tidak pernah sadar akan kehadiranku. Karena, dia sudah memiliki pujaan hatinya.

Yah, mau dikatakan apalagi. Aku tidak bisa memaksakan cinta. Mereka memang pasangan yang serasi. Dia sangat tampan, baik hati, dan juga pintar. Sedangkan pacarnya pun begitu cantik dan pintar. Aku tidak mungkin bisa menggantikan posisi cewek itu di hatinya. Aku tidak memiliki apapun, aku hanya memiliki hati yang begitu mencintainya. Aku tidak akan merusak hubungan mereka karena cintaku. Bagiku cinta tidak bisa dipaksakan. Walaupun aku hanya bisa mengubur cinta ini dihati ku. Aku rela, Aku benar-benar rela. Aku hanya bisa berharap suatu saat dia bisa melihat hatiku.

Hanya itu yang bisa kuharapkan. Lalu tiba-tiba aku dikejutkan oleh seseorang yang memegang pundakku. Ternyata dia adalah Rika.

“Aku telah memperhatikanmu sejak tadi” kata Rika.

“Benarkah??” jawab ku.

Rika lalu berdiri dihadapanku dan berkata “tentu saja, kamu kan selalu melakukannya setiap hari. Selalu melihatnya dari jauh”.

Aku menundukkan kepala, aku merasa malu sekali. Wajahku memerah dan aku hanya bisa berkata “Siapa??”.

“Siapa lagi kalau bukan, Rendy” kata Rika.

“Ah… Gak kok.. Aku gak sedang ngeliatin dia” jawabku.

“Angel, kamu gak usah berbohong. Aku tau kok, klo kamu suka  sama dia” kata Rika.

Dengan segera mungkin aku menjawab, “Kata siapa,? Gak kok, enggak.!!!”.

“Kamu tau gak satu hal?” kata Rika.

“Apa” kataku.

Rika pun menjawab, “Besok dia akan pindah ke Amerika. Jadi sebaiknya kamu, mengutarakan persaan kamu ke dia. Atau sebaiknya hapus saja rasa cintamu itu”.

Aku kaget, aku ingin sekali berkata “benarkah itu?”. Tapi bibir ini rasanya tidak bisa digerakkan. Aku kehilangan semua tenagaku. Sampai-sampai rasanya aku tidak sanggup lagi untuk berdiri. Lalu Rika meninggalkan aku, dia pergi menuju kelas. Aku tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutku. Aku hanya bisa memandanginya, memandangi Rendy lagi dari kejauhan. Tanpa kusadari air mataku menetes membasahi pipiku. Hati hancur ketika mengetahui dia akan pergi. Aku berpikir mungkin ini adalah terakhir kalinya aku bisa memandanginya, memperhatikannya dari sudut ini. Di kala aku sedang menangis, tiba-tiba aku melihat Rendy menutup bukunya. Lalu dia melihat kearahku. Aku kaget sekali, dalam hati aku berkata “Gawat dia melihatku”. Aku ingin segera pergi, tapi aku tidak memiliki tenaga untuk melakukannya. Aku hanya bisa tertunduk dan menghapus air mataku.

Setelah beberapa menit dia melihatku, dia pun berdiri dan berjalan kearahku. Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan, kenapa dia menuju kesini. Aku meyakinkan hatiku, aku berkata dia tidak mungkin dan tidak akan menemuiku. Apa yang harus aku lakukan jika dia benar-benar menemuiku. Aku pun menunduk, karena tidak ingin melihatnya berjalan menuju kearahku. Aku harap dia tidak menemuiku. Tapi kali ini harapanku tidak terkabulkan. Rendy menyapaku. Aku kaget dan mengangkat kepalaku. Aku melihatnya, dia tersenyum kepadaku. Senyuman yang manis sekali.

“Angel, apa yang kamu lakukan disini?” kata Rendy.

“Mmmmm.. Aku.. Aku.. Aku hanya..” Jawabku.

“Hanya apa?? Hanya memandangiku dari jauh lagi?” kata Rendy.

Aku terkejut mendengar perkataanya, ternyata dia sudah mengetahuinya. Dia hanya berpura-pura tidak melihat. Aku tidak sanggup mengatakan apapun lagi. Muka ku bertambah merah karena malu. Lalu Rendy pun berkata lagi, “Aku sudah mengetahuinya sejak awal, kamu selalu memandangi aku dari sini. Dan itu kamu lakukan setiap hari, aku rasa kamu menyukaiku. Kamu tidak perlu menjawabnya, kamu tau tidak kenapa aku selalu duduk di bawah pohon ini”. Aku tidak mampu mengatakan apapun jadi aku hanya menggelengkan kepala pertanda aku tidak tahu. Aku sudah merasa benar-benar malu, rasanya aku hampir pingsan mendengarkan perkataannya.

“Aku selalu duduk di bawah pohon itu, karena aku tahu kamu pasti akan datang untuk melihatku. Dan aku menyukai itu, aku suka saat kamu memandangi aku dari kejauhan” kata Rendy.

Aku benar-benar akan pingsan, atau aku hanya mimpi. Dia tidak mungkin berkata seperti itu. Dia pasti salah orang. Ketika aku akan mengatakan sesuatu,  tiba-tiba dia mendekatkan mulutnya ketelinga ku dan berkata “Aku menyukaimu”. Setelah mengatakan itu dia langsung pergi. Aku hampir mati mendengarkan ucapannya itu. Napas ku terhenti, aku merasa seakan-akan aku terbang. Aku bahagia sekali. Aku melihat kearahnya, tapi aku hanya melihat sosoknya yang semakin lama semakin jauh. Tapi, apa gunanya pernyataan tadi. Karena besok dia juga akan pergi meninggalkan aku. Ini sungguh tidak adil, aku baru saja bahagia. Kenapa semua harus hilang dengan begitu cepat.

Teng.. Teng.. Teng..

Bel tanda pulang berbunyi. Aku pun beranjak ke kelas untuk mengambil tasku dan segera pulang. Ketika aku memasuki kelas, kelas sudah sepi hanya tertinggal satu orang didalamnya. Dan orang itu adalah Rendy. Aku melihat kearahnya, begitu juga dia melihatku. Lalu dia mengambil tas aku dan memberikannya kepadaku. Aku masih terheran-heran, aku bingung apakah ini hanya mimpi. Tapi aku benar-benar bahagia, aku tidak mau semua ini berakhir. Keadaan menjadi semakin hening. Tapi keheningan itu tidak berlangsung lama. Rendy memecahkan kesunyian dengan berkata, “Aku.. Sebenarnya aku sudah menyukaimu dari dulu, aku menyukaimu sejak pertama kali melihatmu memasuki gerbang sekolah ini” . Apa?? kataku dalam hati. Ternyata dia yang menyukaiku lebih awal. Tapi kenapa dia malah berpacaran dengan cewek lain. Aku harus mempertanyakan hal itu, kataku dalam hati. Tapi sekali lagi, ketika aku akan bertanya kepadanya, dia langsung mengatakan sesuatu kepadaku yang membuat aku tidak jadi untuk bertanya.

“Kamu gak usah memikirkan tentang cewek aku, sekarang dia bukan pacarku lagi. Kami sudah lama putus” kata Rendy.

Kenapa sepertinya dia bisa membaca isi hatiku. Aku tidak mengatakan apapun sejak tadi, tapi dia sudah menjawab semua pertanyaanku.

“Tapi, untuk apa kamu mengatakan hal itu kepadaku. Kenapa kamu mengatakan kamu menyukaiku” kataku.

“Kenapa?? Kamu tidak menyukaiku?” jawab Rendy.

“Bukan, tidak seperti itu. Tapi aku rasa semuanya akan percuma. Karena besok kamu akan ke Amerika” kataku.

“Apa? Dari mana kamu tahu hal itu” kata Rendy.

“Rika yang mengatakannya kepadaku. Jadi aku sudah memutuskan untuk mengubur cinta ini. Walaupun memang kamu adalah satu-satunya cowok yang ada di hatiku selamanya” jawabku.

“Angel. Semua itu memang benar, aku memang pada awalnya akan ke Amerika. Tapi papa aku merubah pikirannya, dan aku juga gak tahu kenapa” kata Rendy.

“Benarkah itu??” jawabku.

“Iya Angel, jadi kamu gak punya alasan untuk menghapus cinta kamu untukku” kata Rendy.

Aku hanya tersipu malu, aku tertunduk. Aku benar-benar bahagia. Aku tidak sanggup menatap matanya.

“Angel, kamu mau kan jadi pacar aku?” kata Rendy.

Apa, aku tidak percaya dia baru saja mengatakan hal itu. Aku menatapnya, tapi tidak mampu mengatakan apa-apa. Aku hanya mengangguk, pertanda aku menerimanya.

“Benarkah, kamu menerimaku” kata Rendy. Aku pun mengangguk sekali lagi dan berkata “Iya”.

Setelah mendengar perkataanku, Rendy langsung memelukku dengan sangat erat. Aku dan dia sangat bahagia. Aku berkata dalam hati,”apakah ini akhir dari cinta sepihak yang kujalani selama ini? Iya aku pikir inilah akhirnya”.

 

THE END

Sanggupkah aku..

Dari hari ke hari, aku selalu berpikir..

Aku bingung, apakah aku sanggup menjalani semua ini..

Rasanya aku sudah mulai jenuh..

Aku sudah mulai bosan dengan segala macam masalah yang aku hadapi..

Aku benar-benar tidak mempunyai minat di bidang ini..

Entah sampai kapan aku bisa bertahan..

Apakah aku bisa bertahan sampai akhir..

Ataukah mungkin akan kandas di tengah jalan..

Kadang aku berpikir, apakah jalan yang aku pilih sudah tepat..

Tapi rasanya aku tidak cocok dengan semua ini..

Hati dan pikiran aku bertentangan..

Hati aku pengen yang lain..

Pikiran aku juga pengen yang lain..

Aku bingung harus ikut yang mana..

Selama ini aku hanya mengikuti pikiran aku..

Aku tidak mau mengecewakan mereka yang menyayangi aku..

Jadi aku mengorbankan keinginan hatiku demi itu..

Dan aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan..

Agar Dia memberikan aku kekuatan untuk bertahan..

Walaupun hati aku selalu bertanya-tanya..

Sanggupkah aku..

Perasaan itu..

Perasaan itu..

Perasaan yang selalu muncul di saat aku sendiri..

Perasaan yang membuat aku merasa sepi di tengah keramaian..

Perasaan yang membuat aku sedih dikala semua orang berbahagia..

Perasaan yang selalu membuat aku dilema di tengah kepastian..

Perasaan yang membuat aku iri terhadap orang lain..

Perasaan yang membuat aku merasa tersisihkan..

Perasaan yang membuat aku merasa benar-benar gak berguna..

Perasaan yang membuat aku merasa tidak pernah dibutuhkan..

Perasaan yang membuat aku merasa tidak ada yang menyayangiku..

Perasaan yang tak pernah bisa ku mengerti..

Kenapa perasaan itu harus ada..

Aku gak suka dengan perasaan ini..

Aku ingin menghapusnya..

Menghapus perasaan itu..

Tapi, aku tidak tahu cara untuk menghapusnya..